Hantu Misterius di Kost Senopati – Tempat baru, keadaan baru, selayaknya menyenangkan. Tapi kami kudu memahami kecuali seluruh area tentu punya histori di belakang, terhitung area kost.

Hantu Misterius di Kost Senopati

Hantu Misterius di Kost Senopati

Seorang teman bakal bercerita kisah seram yang dia alami di area kost Senopati, Jakarta.
Simak di sini, di Briistory.
***
Jakarta, kota metropolitan yang sama sekali belum dulu saya kunjungi, kota besar bersama dengan tingkat keruwetan di level tinggi. Tapi apa senang dikata, garis hidup menuntun saya untuk tinggal dan mencari nafkah di Ibu Kota negara ini.

Aku Ovie, perempuan 28 th. asal Jambi. Sudah empat th. lebih jadi penduduk Ibu kota, sejak lulus kuliah dulu. Mau gak mau, saya jadi terbiasa bersama dengan ritme hidup dan keadaan Jakarta.
Mungkin sama bersama dengan banyak orang lain yang terhitung berstatus sebagai pendatang, waktu awal tinggal di Jakarta, saya kudu melalui masa adaptasi yang benar-benar berat.

Suasana lingkungan, orang-orangnya, ritme hidup, seluruh benar-benar berbeda bersama dengan yang saya rasakan dan alami sejak kecil di kampung halaman.
Semuanya berbeda jauh, terhitung masalah area tinggal.
Kalau di Jambi, sejak lahir sampai kuliah saya tinggal di tempat tinggal orang tua bersama dengan anggota keluarga lainnya. Di Jakarta saya kudu kost, sendirian tinggal di area baru, lingkungan baru.
Ngomong-ngomong mengenai kost, sepanjang ini saya sudah merasakan tiga area berbeda, berganti bersama dengan segala pertimbangan dan penyebabnya.
Kenapa saya sanggup sampai tiga kali ubah kost?
Pindah berasal dari kost pertama, sebab mulanya saya sebetulnya buru-buru untuk langsung sanggup area tinggal, jadi ya saya agak semberang memilih area kost, bersama dengan asumsi “Ya sudahlah, yang perlu ada area tinggal dulu.

Dan hasilnya, saya gak betah bersama dengan lingkungannya, benar-benar bebas menurutku.
Gak lama, hanya tiga bulan kelanjutannya saya mengambil keputusan untuk cari kost baru.

Tempat kost kedua, tempatnya enak, homie banget, letaknya di sedang kota, namun hanya kira-kira enam bulan saja saya tinggal di area ini.
Kok hanya enam bulan? Karena gak tahan bersama dengan kegalauan konstan yang saya alami.
Sampai kelanjutannya saya mendapatkan area kost ketiga, di area Gandaria, sampai saat ini saya masih tinggal di area ini.
Nah, malam ini saya bakal cerita mengenai pengalaman yang saya alami saat tinggal di area kost yang kedua, area kost yang benar-benar nyaman.
Seperti yang ku bilang tadi, hanya kira-kira enam bulan saya tinggal di sini. Sebentar? Gak, itu lumayan lama andaikan melihat perjalanannya, sampai saya mengambil keputusan untuk pindah, sebab gak tahan bersama dengan kejadian-kejadian seram yang makin lama makin kerap terjadi.

Begini ceritanya..

Ya sudah, bersama dengan bantuan berasal dari OB kantor, saya kelanjutannya mendapatkan kost yang menurutku lumayan nyaman, benar-benar nyaman malah.
Dari lebih dari satu area kost di awalnya yang sudah saya survey, tempat tinggal kost inilah yang paling nyaman, disempurnakan letaknya relatif dekat bersama dengan kantor.
Perusahaan tempatku bekerja berkantor di tidak benar satu gedung di kawasan SCBD, waktu area kost yang saya taksir ini letaknya di Senopati, benar-benar dekat, kecuali senang senang untuk sedikit berkeringat maka saya sanggup saja terjadi kaki pulang pergi kantor.

Cukup sekali berkunjung bersama dengan target survey untuk melihat keadaannya, saya langsung mengambil keputusan untuk langsung ubah ke area baru ini.
Hingga terhadap satu hari sabtu di bulan Mei 2016, saya ubah ke area yang baru, area kost keduaku di Jakarta.
Kost ini berupa tempat tinggal besar, tempat tinggal yang letaknya di tengah-tengah perumahan yang besar juga, sanggup dibilang perumahan orang kaya.
Akan tetapi, untuk wilayah kota besar, perumahan ini lumayan sepi, jalan kompleknya lumayan lebar bersama dengan pohon rindang di kanan kiri. Jarang sekali muncul penghuninya berinteraksi di luar rumah, paling hanya mobil mewah muncul masuk garasi berasal dari tiap-tiap rumahnya, selebihnya sepi.
Rumah kost yang bakal saya duduki terhitung begitu, tempat tinggal besar bersama dengan halaman lumayan luas, garasinya lumayan untuk empat mobil. Nah, di belakangnya ternyata punya delapan kamar yang sengaja dibangun untuk disewakan sebagai area kost.

Semua kamar kost letaknya di lantai atas anggota belakang. Jadi kecuali dilihat berasal dari depan, tempat tinggal ini gak muncul kecuali di dalamnya ada area kost.
Pemiliknya adalah seorang Ibu yang sudah berumur kira-kira 60 tahun, ke depannya saya bakal memanggil beliau bersama dengan panggilan Ibu Dewi.
Ibu Dewi tinggal di tempat tinggal itu bersama dengan anak laki-lakinya. Bersama mereka ada dua asisten yang membantu mengerjakan kegiatan teratur harian, satu asisten terhitung membantu membersihkan dan setrika berasal dari para penghuni kost.
“Dari delapan kamar hanya terisi lima, tiga masih kosong. Dan kayaknya dua kamar penghuninya jarang pulang, katanya kerap tugas luar kota. Biasanya juga, kecuali akhir pekan layaknya ini, seluruh penghuni kost terhadap mudik ke kota asal. Jadi nanti kamu mungkin bakal sendirian”

Begitu kata Bu Dewi saat kami bercakap-sakap di beranda tempat tinggal saat saya baru saja sampai. Kebetulan, waktu itu masih sedikit barang bawaan berasal dari area kost sebelumnya, hanya baju dan lebih dari satu perlengkapan.
“Semoga kamu betah ya, silahkan kecuali senang istirahat.” Begitu kata Bu Dewi menutup percakapan.
Cukup panjang lebar percakapan kami sore itu, banyak informasi baru yang saya sanggup setelahnya.

Kesimpulannya, tempat tinggal kost ini memberikan lebih dari satu sarana bagi penyewanya, layaknya air minum dan sanggup gunakan dapur dan segala perlengkapannya, dapur berada di lantai bawah.
Selasai berbincang, saya lantas menuju kamarku.
Pertama-tama, saya kudu masuk lewat garasi, di ujung belakang garasi ada tangga besi yang bentuknya melingkar, jadi saya kudu berputar dua atau tiga kali menaikinya untuk sampai ke atas. Ketika sudah sampai di atas, barulah muncul kecuali tempat tinggal ini punya banyak kamar kost.
Kamar ada delapan, paling depan dekat tangga ada tiga kamar mandi untuk penghuni. Lalu sesudah itu bakal melalui dua kamar yang berhadapan, setelahnya ada area besar berisi sofa, meja, kursi kayu, TV, galon air minum,
sepertinya ini adalah area tamu atau area area bersantai yang sanggup digunakan bersama-sama.
Di samping area enjoy ini ada lorong panjang yang kanan kirinya ada enam kamar, kamarku letaknya di paling ujung sebelah kiri.
Nyaman, tempat tinggal ini benar-benar nyaman, hari itu sempat berpikir kecuali saya mungkin bakal lama tinggal di area ini, namun ternyata..
***
Gak memakan waktu lama bagiku untuk membereskan barang-barang, ya sebetulnya masih sedikit yang saya punya.
Kamarku berukuran lumayan besar, di dalamnya sudah ada lemari, area tidur, dan terhitung ber-AC. Gak kudu punya TV, sebab di area sedang tadi sudah dihidangkan TV.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *