ketukan-7-kali-tanpa-salam-setiap-malam-bikin-geger-warga-perumahan

Ketukan 7 Kali Tanpa Salam Setiap Malam Bikin Geger Warga Perumahan

ketukan-7-kali-tanpa-salam-setiap-malam-bikin-geger-warga-perumahan

Ternyata teror mistis berikut dilaporkan tambah menjadi-jadi.Kali ini Warga sampai merasa tambah kegalauan mendengar kabarnya.

Rupanya, misteri nada pintu diketuk di tengah malam buta itu diduga juga berlangsung di Negeri Sembilan dan Melaka.

Warga di ke-2 wilayah berikut diimbau untuk tidak membuka pintu jika tersedia ketukan sebanyak tujuh kali.

” Minta warga kira-kira kawasan Ampangan, Sikamat, Panchor, Taman Tasik Jaya, untuk tidak membuka pintu jika diketuk tujuh kali.

Suara Ketukan Tanpa Salam Teror Warga Perumahan

” Betulkah nada ketukan pintu tujuh kali telah sampai di Negeri Sembilan dan Melaka? Jika Anda mendengar ketukan, jangan buka,” cuit seorang netizen di Twitter pada Senin malam, 7 Desember 2020 lalu.

Ternyata Hanya Berita Hoaks

Abu Hassan menyatakan bahwa warga kira-kira Taman Tasik Jaya tidak perlu kuatir gara-gara informasi yang viral itu tidak benar.

” Saya telah memeriksa, memantau dan bertanya kepada seluruh warga di perumahan ini tentang masalah tersebut, tetapi tidak tersedia yang diganggu.

” Tidak tersedia yang mengetuk pintu, misteri ketukan pintu tidak berlangsung di perumahan ini. Ada pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang sengaja mengarang cerita,” ujarnya.

Mengimbau Agar Warga Tetap Waspada

Sehubungan bersama dengan itu, Abu Hassan menasihati warga agar berhati-hati dan tetap berjaga-jaga demi keselamatan bersama.

Abu Hassan mengaku telah memicu laporan ke polisi agar langsung menindaklanjuti berita hoaks yang meresahkan warganya itu.

Misteri Suara Pintu Diketuk dan Tangisan Tiap Malam

” Sebenarnya misteri ini bukan hal yang baru bagi saya. Pintu tempat tinggal aku sering diketuk tiga kali tanpa salam sejak tiga bulan lalu.

” Waktu itu pukul 10 malam. Saya tinggal sendirian bersama dengan anak-anak. Bukan saja pintu tempat tinggal diketuk, pagar tempat tinggal juga dipukul sampai seperti mau roboh,” cerita Nur Rabitahani.

Kata Rabitahani, problem itu merasa menguat selepas Maghrib, dan berangsur-angsur melemah saat menjelang Subuh.

” Waktu itu aku menggigil ketakutan, tak berani berbuat apa-apa. Kaca jendela aku kebetulan tidak tersedia gorden, tetapi aku tidak memandang apa-apa,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *